SYARAT
DATA YANG BAIK
Data
dipergunakan untuk dasar pembuatan keputusan. Oleh karena itu agar keputusan
dapat sesuai dan tepat sasaran, maka diperlukan data yang baik. Penggunaan data
yang salah akan mengakibatkan perencanaan tidak tepat, pelaksanaan kontrol
tidak efektif serta evaluasi tidak mengenai sasaran.
Supaya
berguna, syarat data yang baik adalah:
1.
Data
harus obyektif,
artinya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Untuk hasil yang akurat, data
tidak boleh dimanipulasi. Misalnya hasil produksi yang turun tetapi dilaporkan
naik, harga bawang merah Rp 10.000,00 per kg dilaporkan Rp 7.000,00 per kg,
walaupun ada tanda bukti kuitansi, namun data ini tetap tidak obyektif
2.
Harus
bisa mewakili. Data
yang diambil harus benar-benar mewakili semua kondisi. Misalnya laporan tentang
produksi padi dari suatu daerah hanya didasarkan atas hasil sawah-sawah yang
subur saja, ini jelas tidak mewakili. Contoh lainnya, laporan tentang konsumsi
susu per periode tertentu yang hanya didasarkan pada golongan orang kaya saja,
data ini tidak mewakili kondisi konsumsi susu secara keseluruhan.
3.
Kesalahan
baku (standard error) harus kecil. Suatu perkiraan (estimasi dikatakan baik jika mempunyai
tingkat ketelitian yang baik dan apabila kesalahan bakunya kecil.
4.
Harus
tepat waktu. Syarat
ini sangat penting untuk data yang akan dipergunakan untuk melakukan
pengendalian atau evaluasi. Sebab agar dapat dilakukan penyesuaian atau koreksi
secepatnya jika terjadi kesalahan atau penyimpangan dalam implementasi suatu
perencanaan.
5.
Harus relevan. Artinya data yang dikumpulkan harus
ada hubungannya dengan masalah akan dipecahkan. Misalnya pemerintah mengetahui
adanya kemerosotan dalam produksi padi selama beberapa tahun terakhir. Untuk
memecahkan masalah ini, yaitu untuk mencegah agar produksi padi tidak merosot
terus, maka perlu diketahui faktor-faktor yang menyebabkan kemerosotan
tersebut. Untuk itu diperlukan data yang relevan, misalnya data pemupukan
(jumlahnya mungkin kurang, penyalurannya yang kurang lancar, dan sebagainya),
kondisi benih (unggul atau tidak), luas areal penanaman (mungkin sudah ada yang
alih fungsi menjadi areal pemukiman), curah hujan, hama dan lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar